Kamis, 19 September 2013

Robot





Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Istilah robot berawal bahasa Cheko “robota” yang berarti pekerja atau kuli yang tidak mengenal lelah atau bosan. Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Biasanya kebanyakan robot industridigunakan dalam bidang produksi. Penggunaan robot lainnya termasuk untuk pembersihanlimbah beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, pekerjaan "cari dan tolong" (search and rescue), dan untuk pencarian tambang. Belakangan ini robot mulai memasuki pasaran konsumen di bidang hiburan, dan alat pembantu rumah tangga, seperti penyedot debu, dan pemotong rumput.
Saat ini hampir tidak ada orang yang tidak mengenal robot, namun pengertian robot tidaklah dipahami secara sama oleh setiap orang. Sebagian membayangkan robot adalah suatu mesin tiruan manusia (humanoid), meski demikian humanoid bukanlah satu-satunya jenis robot.

"Detik-detik kepergian Rasulullah SAW "


Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benarnya cinta, yang di contohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.
Pagi itu walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu.. Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah.
“Wahai umatku.. kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya, maka taati dan bertakwalah kepada-Nya..”
“Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur’an dan Sunnahku..”
“Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk syurga bersama-sama aku..”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca.
Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.
Usman menghela nafas panjang.
Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba..“Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat..
Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.
Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir disana pasti akan menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup.
Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurmah yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya.
Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk. “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup daun pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.
“Siapakah itu wahai anakku?”
“tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakan tangisannya.
Malaikat maut datang menghampiri, tetapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggil Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril jelaskan apa hakku di hadapan Allah?” tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatangannya,” kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“wahai Rasulullah, Allah menjamin seperempat umatmu akan masuk syurga,” jawab Jibril.
“Belum cukup membuat aku lega wahai Jibril, tanyakan lagi kepada Allah nasib umatku kelak?”
“Wahai Rasulullah, Allah menjamin separuh dari umatmu akan masuk syurga,” jawab Jibril
“Kabar itu masih belum cukup membuatku lega wahai Jibril, tanyakan dan mohonkan sekali lagi kepada Allah nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir wahai Rasulullah, Allah berfirman kepadaku : “Kuharamkan syurga bagi siapa saja kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugasnya.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini,” perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal.” Kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah!! Dahsyat nian maut ini, timpakan saja siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku”
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu.
Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wama malakat aimanuku. (Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang yang lemah diantaramu).”
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan. Sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutup tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya kebibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii..Ummatii..Ummatiiii..”

Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu..
Allahumma sholli’ala Sayyidina Muhammad wabaarik wa salim’alaih..

Kami juga mencintaimu ya Rasulullah..Dan cinta itu..Akan kami buktikan..

Penjelasan Dalam Qur'an Tentang Aurat


Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.(Qur'an Surah An-Nuur:31)
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.(Qur'an Surah Al-Ahzab:59)

Sabtu, 14 September 2013

terorisme




Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil.


Pengertian Terorisme[sunting]

Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para pelakunya ("teroris") layak mendapatkan pembalasan yang kejam.
Akibat makna-makna negatif yang dikandung oleh perkataan "teroris" dan "terorisme", para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai separatis, pejuang pembebasan, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain. Tetapi dalam pembenaran dimata terrorism : "Makna sebenarnya dari jihadmujahidin adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang penduduk sipil padahal tidak terlibat dalam perang". Padahal Terorisme sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama.
Selain oleh pelaku individual, terorisme bisa dilakukan oleh negara atau dikenal dengan terorisme negara (state terorism). Misalnya seperti dikemukakan oleh Noam Chomsky yang menyebutAmerika Serikat ke dalam kategori itu. Persoalan standar ganda selalu mewarnai berbagai penyebutan yang awalnya bermula dari Barat. Seperti ketika Amerika Serikat banyak menyebut teroris terhadap berbagai kelompok di dunia, di sisi lain liputan media menunjukkan fakta bahwa Amerika Serikat melakukan tindakan terorisme yang mengerikan hingga melanggar konvensi yang telah disepakati.

korupsi terhadap ekonomi






Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi. Dalam sektor private, korupsi meningkatkan ongkos niaga karena kerugian dari pembayaran ilegal, ongkos manajemen dalam negosiasi dengan pejabat korup, dan risiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan. Walaupun ada yang menyatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah birokrasi, konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan menyebabkan pejabat untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru. Dimana korupsi menyebabkan inflasi ongkos niaga, korupsi juga mengacaukan "lapangan perniagaan". Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai hasilnya mempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien.
Korupsi menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedia lebih banyak. Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi, yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan. Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan, lingkungan hidup, atau aturan-aturan lain. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur; dan menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah.
Para pakar ekonomi memberikan pendapat bahwa salah satu faktor keterbelakangan pembangunan ekonomi di Afrika dan Asia, terutama di Afrika, adalah korupsi yang berbentuk penagihan sewa yang menyebabkan perpindahan penanaman modal (capital investment) ke luar negeri, bukannya diinvestasikan ke dalam negeri (maka adanya ejekan yang sering benar bahwa ada diktator Afrika yang memiliki rekening bank di Swiss). Berbeda sekali dengan diktator Asia, seperti Soeharto yang sering mengambil satu potongan dari semuanya (meminta sogok), namun lebih memberikan kondisi untuk pembangunan, melalui investasi infrastruktur, ketertiban hukum, dan lain-lain. Pakar dari Universitas Massachussetts memperkirakan dari tahun 1970 sampai 1996, pelarian modal dari 30 negara sub-Sahara berjumlah US $187 triliun, melebihi dari jumlah utang luar negeri mereka sendiri. [1] (Hasilnya, dalam artian pembangunan (atau kurangnya pembangunan) telah dibuatkan modelnya dalam satu teori oleh ekonomis Mancur Olson). Dalam kasus Afrika, salah satu faktornya adalah ketidak-stabilan politik, dan juga kenyataan bahwa pemerintahan baru sering menyegel aset-aset pemerintah lama yang sering didapat dari korupsi. Ini memberi dorongan bagi para pejabat untuk menumpuk kekayaan mereka di luar negeri, di luar jangkauan dari ekspropriasi di masa depan.

Demokrasi





Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. Di dalam dunia politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Korupsi di pemilihan umum dan di badan legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan; korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum; dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat. Secara umum, korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur, penyedotan sumber daya, dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi.

Artillery






In modern parlance Artillery is an engine of war that uses stored energy, whether mechanical, chemical, or electromagnetic, to project munitions far beyond the effective range of personal weapons. The earliest forms of artillery were in large measure employed as stationary devices designed to breach fortifications or reduce a single obstacle. The destructive capabilities of early gunpowder siege weapons led to development of mobile versions suitable for employment on the battlefield. This development continues such that today artillery comprises highly mobile weapons of great flexibility in which repose most of a modern army's firepower.
In its earliest sense the word artillery referred to any group of soldiers primarily armed with some form of manufactured weapon or armour. Since the introduction of gunpowder andcannon the word "artillery" has largely meant cannon and in contemporary usage it usually refers to shell-firing guns, howitzersmortars, and rockets. In common speech the word artillery is often used to refer to individual devices along with their accessories and fittings; although these assemblages are more properly called equipments(sic). By association artillery may also refer to the arm of service that customarily operates such engines.
Artillery is arguably the most lethal form of land-based armament currently employed and has been since at least the early industrial revolution. The vast majority of combat deaths in the Napoleonic WarsWorld War I and World War II were caused by artillery.[1] In 1944,Joseph Stalin said in a speech that artillery was "the God of War".[1]

Al-Qur'an


Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:
  • Al-Kitab (Buku)[2][3]
  • Al-Furqan (Pembeda benar salah)[4]
  • Adz-Dzikr (Pemberi peringatan)[5]
  • Al-Mau'idhah (Pelajaran/nasihat)[6]
  • Al-Hukm (Peraturan/hukum)[7]
  • Al-Hikmah (Kebijaksanaan)[8]
  • Asy-Syifa' (Obat/penyembuh)[6][9]
  • Al-Huda (Petunjuk)[6][10][11][12]
  • At-Tanzil (Yang diturunkan)[13]
  • Ar-Rahmat (Karunia)[10]
  • Ar-Ruh (Ruh)[14]
  • Al-Bayan (Penerang)[15]
  • Al-Kalam (Ucapan/firman)[16]
  • Al-Busyra (Kabar gembira)[17]
  • An-Nur (Cahaya)[18]
  • Al-Basha'ir (Pedoman)[19]
  • Al-Balagh (Penyampaian/kabar)[20]
  • Al-Qaul (Perkataan/ucapan)[21]

Minggu, 08 September 2013

kong hu cu


Kong Hu-Cu adalah seorang filosof besar Cina.Dialah pengembang sistem memadukan alam pikiran dan kepercayaan orang Cina yang paling mendasar. Filosofinya menyangkut moralitas orang perorang dan konsepsi suatu pemerintahan tentang cara-cara melayani rakyat dan memerintahnya liwat tingkah laku teladan- telah menyerap jadi darah daging kehidupan dan kebudayaan orang Cina selama lebih dari dua ribu tahun. Lebih dari itu, juga berpengaruh terhadap sebahagian penduduk dunia lain.

Kamis, 05 September 2013

Ranjau darat


Potongan samping ranjau darat anti- tank.Ranjau darat adalah alat peledak yang ditanamkan ke dalam tanah, dan akan meledak ketika disentuh atau diinjak oleh sebuah kendaraan, orang, atau binatang. Ranjau darat digunakan untuk mengamankan daerah yang diperebutkan dan untuk membatasi pergerakan lawan dalam perang. Secara taktis, peran ranjau seperti kawat berduri atau tembok kendaraan gigi naga, yaitu untuk mengarahkan pergerakan musuh ke tempat di mana musuh dapat dihadapi dengan lebih mudah. Dari sudut pandang militer, ranjau darat dapat digunakan sebagai pengali pasukan, maksudnya, dapat membantu pasukan yang terorganisir mengalahkan musuh yang pasukannya lebih besar.

pandangan homoseksual menurut agama budha

Dalam agama Budha, terdapat tiga permata yang dapat dijadikan dalam sandaran. Yakni yang pertama adalah Buddha merupakan guru agung yang menunjukkan jalan untuk menuju kebebasan. Yang kedua, Dharma dalam hal ini memiliki arti semua ajaran yang berasal dari realisasi Buddha. Dan yang ketiga itu sendiri adalah Sangha yang memiliki arti komunitas-komunitas yang didalamnya merupakan komunitas rohaniwan dan rohaniwati yang sering kita sebut sebagai Bhiksu dan Bhiksuni. 

Menurut ajaran agama Buddha sendiri memberikan penjelasan tentang sifat manusia yang cenderung menggunakan akal sehat (pikiran) untuk dapat membandingkan sesuatu. Misalnya; aku-kamu, siang-malam, pagi-sore, dan lain-lain. Jadi dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa dalam diri manusia itu sendiri harus mengakui bahwa setiap manusia itu memiliki keterbatasan logika dan bahasa realita. Jika didalam diri manusia hanya dapat memahami dunia dan diri kita secara dualistik, maka manusia itu sendiri tidak akan dapat melihat realita yang sesungguhnya dan akan gagal dalam memahami dunia sebagaimana adanya (Willis, 2008: 1). 

Masih banyak sekali di dalam kehidupan bermasyarakat masih memandang sebelah mata tentang kaum homoseksual itu sendiri dan diperparah lagi bahwa kaum homoseksual itu sendiri yang hingga sekarang ini masih ada di berbagai belahan dunia ini dianggap sebagai umat Luth. Namun berbeda dengan pandangan agama Buddha tentang kaum homoseksual yang bervariasi. Seperti yang dijelaskan pada seminar tanggal 10-22 November 2008 di UGM disebutkan bahwa di dalam Indian Buddhism awal terdapat pandangan bahwa hubungan seks antara kaum homoseksual tidak dibenarkan sebagaimana hubungan seksual antara kaum heteroseksual. Hal ini juga terdapat dalam pandangan Tibet Buddhism tentang yang dianggap salah dalam ajaran Buddha dikarenakan adanya hubungan anal seks. Akan tetapi berbeda dengan Japan Buddhism yang berpandangan tentang hubungan seksual yang menjadi bagian dari ajaran yang menggunakan mudra-mudra sebagai simbol untuk pernyataan cinta hingga hubungan seksual. 

Terus sebenarnya yang harus kita lihat adalah bagaimana pandangan ajaran Buddha terhadap gender itu sendiri. Di dalam ajaran Buddha sifat atau potensi kebuddaan dimiliki oleh setiap makhluk hidup dan pencapaiannya tidak memandang perbedaan jenis kelamin. Yang terpenting disini adalah tujuan ajaran Buddha dalam memperjuangkan hak gender adalah pembebasan (Willis, 2008:10). Selain pembebasan dalam memperjuangkan hak gender, ajaran Buddha sendiri juga mendukung adanya gerakan kesetaraan gender. 
Selain melihat dari padangan ajaran Buddha kita sebaiknya juga melihatnya dari pendapat beberapa sarjana yang telah meneliti hal tersebut. Menurut beberapa sarjana melihat bahwa sang Buddha merupakan makhluk hidup dalam budaya tertentu dengan dipengaruhi oleh kebudayaan dimana ia dibesarkan. Pencapaian Buddha sangat luar biasa dan melebihi para dewa dan manusia, namun yang masih dipertanyakan disini mengapa sang Budha masih mengkhawatirkan atas kritikan-kritikan dari masyarakat di masanya? Dari semua hal yang telah dibahas diatas bahwa ajaran Buddha mendukung adanya gerakan kesetaraan gender. Tetapi dalam kenyataannya kesetaraan gender belum terjadi didalam kehidupan sehari-hari para biksuni yang masih dibawah otoritas para biksu. 

cerpen terakhir

BIARKAN CINTA ITU JADI RAHASIAKU Oleh : arifin Suparyadi “Ah, cantiknya dia. Andai aku memilikinya”,gumamku ketika membayangkan Ayun...