Liputan6.com, Riyadh : Puasa di Ramadan memberikan
segudang manfaat untuk kesehatan. Berpuasa bisa menjadi terapi dan
pencegahan dari berbagai penyakit akibat makan serta kebiasaan dengan
gaya hidup yang tidak sehat.
Seperti dikutip Al-Arabiya,
Kamis (25/7/2013), manfaat puasa buat kesehatan sungguh luar biasa.
Apalagi zaman kini banyak penyakit muncul seperti aterosklerosis,
hipertensi, penyakit jantung, alergi, diabetes, dan kanker. Dengan tidak
berpuasa dengan benar serta menyimpang dari tujuan sebenarnya, penyakit
menjadi lebih umum.
Puasa telah digunakan sebagai penyembuhan,
proses spiritual, religius, dan pemurnian selama ratusan tahun dalam
Yudaisme, Kristen, Islam, dan agama-agama Timur. Socrates, Plato,
Aristoteles, Hippocrates, dan semua menggunakan dan percaya terapi puasa
memberikan kesehatan.
Rahasia di balik penyembuhan dengan puasa
dari detoksifikasi makan yang berlebihan dan terpaparnya tubuh dari
bahan kimia yang tak diinginkan.
Detoksifikasi merupakan proses
mengurangi dan menghilangkan racun dari tubuh atau mengubahnya serta
membersihkan lendir yang berlebihan untuk merevitalisasi fungsi alami
tubuh.
Racun tersebut bisa dalam bentuk nikotin dan obat yang berbahaya, polusi udara, lemak, kolesterol, dan radikal bebas.
Berikut keuntungan puasa dari segi kesehatan:
1.
Puasa meningkatkan proses eliminasi dan meningkatkan pelepasan racun
dari usus, ginjal, dan kandung kemih, paru-paru, dan saluran pernapasan,
sinus, dan kulit.
2. Tanpa makan di siang hari orang membiarkan sistem pencernaan beristirahat.
Meminimalkan
beban kerja pada organ pencernaan, usus, lambung, hati, kandung empedu,
pankreas, dan ginjal, bisa memperbaiki dalam memulihkan diri.
Memecahkan makanan membutuhkan banyak energi dari tubuh.
3.
Energi yang biasanya dikeluarkan pada proses pencernaan dibebaskan
sehingga bisa fokus meningkatkan kesehatan, vitalitas, dan mempertajam
fungsi pikiran.
4. Ketika berpuasa energi lebih tinggi, lebih konsentrasi dan lebih besar kesadaran spiritual, serta lebih bersih mentalnya.
5. Puasa bisa menjadi obat untuk sejumlah masalah kesehatan
Gangguan
pencernaan, fungsi usus, dan kelebihan lemak perut ketegangan otot-otot
punggung, yang mungkin bertanggung jawab untuk berbagai bentuk sakit di
punggung. Jenis nyeri punggung bisa diatasi dengan puasa dan diet
ringan selama malam hari.
Alergi dan sinus mungkin menjadi lega karena puasa membantu membersihkan tubuh dari cairan lendir yang berlebih.
6.
Selama kita tidak terlalu banyak makanan dan yang manis-manis setelah
berbuka puasa, penurunan berat badan juga bisa dilakukan selama bulan
puasa.
7. Puasa merupakan metode baik untuk mengatasi kecanduan kopi, merokok, dan obat-obatan.
8.
Puasa merupakan katalisator bagi perubahan dan perkembangan pribadi
serta motivator ampuh untuk menghentikan kebiasan yang tidak sehat.
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Kamis, 28 November 2013
7 Manfaat Membaca al Quran
Membaca
al Qur’an adalah kebiasaan yang wajib bagi generasi emas pada zaman
Rasulullah SAW masih hidup. Membaca al Qur’an sudah menjadi menu utama
Sahabat Rasulullah SAW dimasanya karena itulah salah satu rahasia
generasi emas umat muslim saat itu. Sedangkan jika menilik umat Islam
sekarang ini al Qur’an hanya dijadikan benteng fatwa-fatwa aneh yang
dikeluarkan MUI (Majelis Ulama Indonesia) seperti menghalalkan film-film
yang tak patut ditonton dan sebagainya. Kemungkinan tahun ini, MUI juga
akan mengeluarkan fatwa haram guna mengharamkan BBM bersubsidi bagi
rakyat Indonesia. Sungguh berbanding terbalik nasib al Qur’an saat ini
jika dibandingkan dengan masa emas umat Islam dahulu. Kini al Qur’an
hanya dijadikan symbol saja seperti :
Sumpah
Dalam
pelantikan entah itu Presiden, wakil rakyat al Qur’an hanya menjadi
symbol saja dalam pelantikan tersebut. Inilah gambar sumpah pada saat
pelantikan Presiden atau Menteri
Pada gambar
terlihat jelas bahwa al Qur’an terletak dibelakang orang yang dilantik
saat itu dan tidak menghadap kepada wajahnya. Maka percuma saja sumpah
jika membelakangi al Qur’an, Patutkah al Qur’an dibelakangi ? ini salah
satu pembangkangan kepada al Qur’an tersebut. Mereka bersumpah dengan
menggunakan al Qur’an tetapi tidak menjalankan aturan yang ada pada al
Qur’an tadi “Naudzubillah” dan banyak pula fakta yang sudah terpampang
jelas saat ini. Dimulai dari korupsi, suap menyuap antar aparatur hukum
dan juga Presiden yang hanya peduli pada kekuasaannya saja.
Tilawah dan Khatam al Qur’an
Kebanyakan dari
mereka yang sudah pandai membaca al Qur’an dengan tilawah dan tartil
merasa cukup bahwa mereka sudah membaca al Qur’an dengan keindahan suara
yang mereka miliki bahkan lomba tilawah ini diperlombakan dari tingkat
yang paling kecil yakni Pedesaan hingga tingkat yang tinggi yakni
tingkat Internasional. Sungguh berbanding terbalik dengan keadaan pada
generasi emas umat Islam dahulu. Generasi emas umat Islam dahulu sangat
bersungguh mempelajari al Qur’an yakni lebih pada tingkat penerapan al
Qur’an pada kehidupan mereka maka pantaslah Allah Subhanahu Wa Ta’ala
selalu memberikan kemenangan pada mereka walaupun jumlah mereka saat itu
sedikit jika dibandingkan umat Islam yang sekarang yang lebih banyak.
Perbedaan umat Islam sekarang yakni jika umat Islam dahulu lebih
mengutamakan penerapannya daripada sekedar tilawah saja dan sebaliknya.
Dan juga jika membahas Khatam al Qur’an umat Islam dahulu lebih suka
meng-khatam al Qur’an dengan secara langsung menerapkannnya pada
kehidupan sehari-hari sedangkan jika menilik umat Islam sekarang
sehari-harinya mereka menghafal tanpa menerapkannya.
Itulah perbedaan
umat Islam pada zaman emas dan zaman sekarang maka manfaat membaca al
Qur’an yang dapat Penulis simpulkan yakni :
1. Dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
2. Dapat menjadi bahan renungan (muhasabah) disaat berbahagia maupun bersedih
3. Menjadi pengingat akan kebesaran Allah
4. Menjadi sebuah pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari
5. Menjadi hujjah dalam ghazwul fikr saat ini
6. Menjadi amal shalih
7. Sebagai motivator tersendiri
Itulah manfaat
membaca al Qur’an yang saya rasakan selama ini mudah-mudahan antum dapat
mengambil hikmah dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari –
hari.
sumber :
Berisi artikel islami dan artikel bermanfaat lainnya
Manfaat Sholat Secara Medis
Dr. Bahar Azwar, SpB-Onk, seorang dokter spesialis bedah-onkologi (
bedah tumor ) lulusan FK UI dalam bukunya ” Ketika Dokter Memaknai
Sholat ” mampu menjabarkan makna gerakan sholat. Bagaimana sebenarnya
manfaat sholat dan gerakan-gerakannya secara medis?
Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.
Manfaat Wudlu Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalu kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman.
Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!!
Keutamaan Berkumur Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut. Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman. Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah. Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita.
Manfaat Kesehatan Sholat Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah alat pernapasan, Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar. Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.
Sujud Mencegah Wasir Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud.
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita. Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.
Manfaat Sholat Malam hari biasanya dingin dan lembab. Kalau ditanya, paling enak tidur di waktu tersebut. Banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita hingga menjadi beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat merubah menjadi pengapuran. Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita.
Jadi sholat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah menjadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan sholat malam, kita akan mengendalikan urat tidur kita.
Sholat Lebih Canggih dari Yoga “Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang diantara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabatmenjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau bersabda : “Begitulah perumpamaansholat lima waktu. Allah menghapus segala keselahan mereka”. (H.R Abu Hurairah r.a). Jika manfaat gerakan sholat kita betul, maka sangat luar biasa manfaatnya dan lebih canggih daripada yoga. Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah. Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuah hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul?
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman. Semoga sholat kita makin terasa manfaatnya.
Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.
Manfaat Wudlu Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalu kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman.
Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!!
Keutamaan Berkumur Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut. Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman. Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah. Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita.
Manfaat Kesehatan Sholat Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah alat pernapasan, Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar. Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.
Sujud Mencegah Wasir Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud.
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita. Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.
Manfaat Sholat Malam hari biasanya dingin dan lembab. Kalau ditanya, paling enak tidur di waktu tersebut. Banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita hingga menjadi beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat merubah menjadi pengapuran. Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita.
Jadi sholat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah menjadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan sholat malam, kita akan mengendalikan urat tidur kita.
Sholat Lebih Canggih dari Yoga “Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang diantara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabatmenjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau bersabda : “Begitulah perumpamaansholat lima waktu. Allah menghapus segala keselahan mereka”. (H.R Abu Hurairah r.a). Jika manfaat gerakan sholat kita betul, maka sangat luar biasa manfaatnya dan lebih canggih daripada yoga. Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah. Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuah hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul?
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman. Semoga sholat kita makin terasa manfaatnya.
Perbedaan Hindu, Buddha, dan Islam
Perbedaan Hindu, Buddha, dan Islam Agama
Hindu-Budha tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi kita semua, karena
kedua agama tersebut mempengaruhi perkembangan awal sejarah Indonesia.
Agama Hindu merupakan suatu kepercayaan yang diciptakan oleh bangsa Arya
yaitu bangsa
pengembara
dari utara yang masuk ke India melalui celah Kaibar dan menduduki
lembah sungai Gangga dan Yamuna. Bangsa Arya mendesak bangsa Dravida.
Agama Hindu bersifat polytheisme dengan dewa utamanya Trimurti yang
terdiri dari Brahma,
Wisnu
dan Syiwa. Adapun kitab sucinya adalah Weda. Sedangkan agama Budha
muncul setelah agama Hindu. Awalnya hanya sebagai suatu ajaran dalam
rangka mencari kebenaran yang dilakukan pertama kali oleh Sidharta.
Sidharta adalah putra mahkota dari Kerajaan Kapilawastu yang merupakan
putra raja Sudhodana dan putri Maya, kemudian ia mengemban menjadi
cakyamuni (pendeta) sampai menerima wahyu yang berupa kesadaran akan
penderitaan dan cara menindas penderitaan tersebut. Dalam hal ini
Sidharta dianggap sebagai Budha Gautama. Budha sebagai suatu ajaran
dapat berkembang menjadi suatu agama dengan kitab sucinya Tripitaka
(tiga keranjang) yang menggunakan bahasa Pali bahasa rakyat Magadha.
Untuk selanjutnya agama Budha berkembang menjadi dua aliran yaitu aliran
Mahayana (kendaraan
besar)
dan aliran Hinayana (kendaraan kecil). Kemudian kedua agama yaitu
Hindu-Budha tersebut berkembang keberbagai negara di Asia Timur maupun
Asia Tenggara termasuk ke Indonesia yang akhirnya mempengaruhi
kebudayaan Indonesia.
Kedatangan dan Penyebaran Islam di Indonesia ada teori yang
berpendapat
baru abad ke-13 M, yang dikemukakan oleh Snouck Hurgronje dan lainnya,
dan yang berpendapat sudah sejak abad pertama Hijriyah atau abad ke-7
Masehi yang antara lain dikemukakan W.P. Groeneveldt, Syeikh Muhammad
Naguib Al-Attas, S.Q. Fatimi, Hamka, Uka Tjandrasasmita dll.
Masing-masing golongan membuat argumentasinya. Tetapi bagaimanapun kami
berpendapat yang benar abad ke-1 H, atau abad ke-7 M, dan langsung dari
Arabia. Kedatangan Islam awalnya melalui
perdagangan
Internasional dan penyebaran atau penyampaiannya secara lebih mendalam
oleh para da’i dan para wali (Di Jawa Wali Sanga) yang berasal dari luar
atau dari Indonesia sendiri. Waktu kedatangan dan penyebaran Islam di
Indonesia melalui
beberapa
fase dan yang abad ke-7 M. Baru di bagian Barat Indonesia saja.
Penyebaran Islam di Indonesia bahkan di wilayah Asia Tenggara berjalan
dengan damai sesuai
dengan prinsip-prinsip konsep Islam. Proses Islamisasi melalui berbagai jalur :
Perdagangan, Pernikahan, Memasuki birokrasi, Sufisme, Pendidikan (Pesantren), Kesenian.
Diposkan oleh
Wahyu Budihartanto
Rabu, 27 November 2013
Hukum Pacaran Dalam Agama Islam
Cinta kepada lain jenis merupakan hal
yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia
bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan
dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna
juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam
syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin. Namun, bagaimanakah jika cinta itu
disalurkan melalui cara yang tidak syar`i? Fenomena itulah yang melanda hampir
sebagian besar anak muda saat ini. Penyaluran cinta ala mereka biasa disebut
dengan pacaran. Berikut adalah beberapa tinjauan syari’at Islam mengenai
pacaran.
Ajaran Islam Melarang Mendekati Zina
Allah Ta’ala berfirman (yang
artinya), “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’
[17]: 32)
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa
larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’.
Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai
melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang. Asy Syaukani dalam Fathul Qodir
mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya
juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”
Dilihat dari perkataan Asy Syaukani
ini, maka kita dapat simpulkan bahwa setiap jalan (perantara) menuju zina
adalah suatu yang terlarang. Ini berarti memandang, berjabat tangan, berduaan
dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis karena hal itu
sebagai perantara kepada zina adalah suatu hal yang terlarang.
Islam Memerintahkan untuk Menundukkan
Pandangan
Allah memerintahkan kaum muslimin
untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman
(yang artinya), “Katakanlah kepada laki–laki yang beriman :
”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.”
(QS. An Nuur [24]: 30 )
Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga
berfirman, “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka
menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24]: 31)
Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat
pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada
hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang
haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka
untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga
menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba
melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka
memalingkan pandangannya dengan segera.”
Ketika menafsirkan ayat kedua di
atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, ”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada
wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’
yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan
melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama
berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain
suami atau mahromnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. … Sebagian
ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa
syahwat.”
Lalu bagaimana jika kita tidak
sengaja memandang lawan jenis?
Dari Jarir bin Abdillah, beliau
mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang
pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan
pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)
Faedah dari menundukkan pandangan,
sebagaimana difirmankan Allah dalam surat An Nur ayat 30 (yang artinya) “yang
demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” yaitu dengan menundukkan pandangan
akan lebih membersihkan hati dan lebih menjaga agama orang-orang yang beriman.
Inilah yang dikatakan oleh Ibnu Katsir –semoga Allah merahmati beliau- ketika
menafsirkan ayat ini. –Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menundukkan
pandangan sehingga hati dan agama kita selalu terjaga kesuciannya.
Agama Islam Melarang Berduaan dengan
Lawan Jenis
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang
wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no.
5233). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah
seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya
karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua
kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh
Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)
Jabat Tangan dengan Lawan Jenis
Termasuk yang Dilarang
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap
anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti
terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua
telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan
adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati
adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan
membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Jika kita melihat pada hadits di
atas, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau mahrom- diistilahkan dengan berzina.
Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena
berdasarkan kaedah ushul “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang
haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram”.
(Lihat Taysir Ilmi Ushul Fiqh, Abdullah bin Yusuf Al Juda’i)
Meninjau Fenomena Pacaran
Setelah pemaparan kami di atas, jika
kita meninjau fenomena pacaran saat ini pasti ada perbuatan-perbuatan yang
dilarang di atas. Kita dapat melihat bahwa bentuk pacaran bisa mendekati zina.
Semula diawali dengan pandangan mata terlebih dahulu. Lalu pandangan itu
mengendap di hati. Kemudian timbul hasrat untuk jalan berdua. Lalu berani
berdua-duan di tempat yang sepi. Setelah itu bersentuhan dengan pasangan. Lalu
dilanjutkan dengan ciuman. Akhirnya, sebagai pembuktian cinta dibuktikan dengan
berzina. –Naudzu billahi min dzalik-.
Lalu pintu mana lagi paling lebar dan
paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!
Mungkinkah ada pacaran Islami?
Sungguh, pacaran yang dilakukan saat ini bahkan yang dilabeli dengan ’pacaran
Islami’ tidak mungkin bisa terhindar dari larangan-larangan di atas.
Renungkanlah hal ini!
Mustahil Ada Pacaran Islami
Salah seorang dai terkemuka pernah
ditanya, ”Ngomong-ngomong, dulu bapak dengan ibu, maksudnya sebelum nikah, apa
sempat berpacaran?” Dengan diplomatis, si dai
menjawab,”Pacaran seperti apa dulu? Kami dulu juga berpacaran, tapi berpacaran
secara Islami. Lho, gimana caranya? Kami juga sering berjalan-jalan ke tempat
rekreasi, tapi tak pernah ngumpet berduaan. Kami juga gak pernah melakukan yang
enggak-enggak, ciuman, pelukan, apalagi –wal ‘iyyadzubillah- berzina.
Nuansa berpikir seperti itu,
tampaknya bukan hanya milik si dai. Banyak kalangan kaum muslimin yang masih
berpandangan, bahwa pacaran itu sah-sah saja, asalkan tetap menjaga diri
masing-masing. Ungkapan itu ibarat kalimat, “Mandi boleh, asal jangan basah.”
Ungkapan yang hakikatnya tidak berwujud. Karena berpacaran itu sendiri, dalam
makna apapun yang dipahami orang-orang sekarang ini, tidaklah dibenarkan dalam
Islam. Kecuali kalau sekedar melakukan nadzar (melihat calon istri sebelum
dinikahi, dengan didampingi mahramnya), itu dianggap sebagai pacaran. Atau
setidaknya, diistilahkan demikian.
Namun itu sungguh merupakan perancuan
istilah. Istilah pacaran sudah kadong dipahami sebagai hubungan lebih intim
antara sepasang kekasih, yang diaplikasikan dengan jalan bareng, jalan-jalan,
saling berkirim surat, ber SMS ria, dan berbagai hal lain, yang jelas-jelas
disisipi oleh banyak hal-hal haram, seperti pandangan haram, bayangan haram,
dan banyak hal-hal lain yang bertentangan dengan syariat. Bila kemudian ada
istilah pacaran yang Islami, sama halnya dengan memaksakan adanya istilah,
meneggak minuman keras yang Islami. Mungkin, karena minuman keras itu di tenggak
di dalam masjid. Atau zina yang Islami, judi yang Islami, dan sejenisnya.
Kalaupun ada aktivitas tertentu yang halal, kemudian di labeli nama-nama
perbuatan haram tersebut, jelas terlalu dipaksakan, dan sama sekali tidak
bermanfaat.
Pacaran Terbaik adalah Setelah Nikah
Islam yang sempurna telah mengatur
hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu
pernikahan. Pernikahan yang benar dalam Islam juga bukanlah yang diawali dengan
pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat.
Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda
dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.
Dari Ibnu Abbas,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui
solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu
Majah no. 1920.)
Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”
Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”
Cinta sejati akan ditemui dalam
pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya. Mudah-mudahan Allah
memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi
larangan-Nya. Allahumma inna nas’aluka ’ilman nafi’a wa rizqon thoyyiban wa
’amalan mutaqobbbalan.
[Muhammad Abduh Tuasikal]
sumber: http://buletin.muslim.or.id/akhlaq/cinta-bukanlah-disalurkan-lewat-pacaran
sumber: http://buletin.muslim.or.id/akhlaq/cinta-bukanlah-disalurkan-lewat-pacaran
Kamis, 19 September 2013
"Detik-detik kepergian Rasulullah SAW "
Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benarnya cinta, yang di contohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.
Pagi itu walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu.. Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah.
“Wahai umatku.. kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya, maka taati dan bertakwalah kepada-Nya..”
“Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur’an dan Sunnahku..”
“Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk syurga bersama-sama aku..”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca.
Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.
Usman menghela nafas panjang.
Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba..“Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat..
Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.
Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir disana pasti akan menahan detik-detik berlalu.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup.
Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurmah yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya.
Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk. “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup daun pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.
“Siapakah itu wahai anakku?”
“tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakan tangisannya.
Malaikat maut datang menghampiri, tetapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggil Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril jelaskan apa hakku di hadapan Allah?” tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatangannya,” kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“wahai Rasulullah, Allah menjamin seperempat umatmu akan masuk syurga,” jawab Jibril.
“Belum cukup membuat aku lega wahai Jibril, tanyakan lagi kepada Allah nasib umatku kelak?”
“Wahai Rasulullah, Allah menjamin separuh dari umatmu akan masuk syurga,” jawab Jibril
“Kabar itu masih belum cukup membuatku lega wahai Jibril, tanyakan dan mohonkan sekali lagi kepada Allah nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir wahai Rasulullah, Allah berfirman kepadaku : “Kuharamkan syurga bagi siapa saja kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugasnya.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini,” perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal.” Kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah!! Dahsyat nian maut ini, timpakan saja siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku”
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu.
Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wama malakat aimanuku. (Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang yang lemah diantaramu).”
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan. Sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutup tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya kebibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii..Ummatii..Ummatiiii..”
Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu..
Allahumma sholli’ala Sayyidina Muhammad wabaarik wa salim’alaih..
Kami juga mencintaimu ya Rasulullah..Dan cinta itu..Akan kami buktikan..
Penjelasan Dalam Qur'an Tentang Aurat
| “ | Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.(Qur'an Surah An-Nuur:31) | ” |
| “ | Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.(Qur'an Surah Al-Ahzab:59) |
Sabtu, 14 September 2013
Al-Qur'an
Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:
- Al-Kitab (Buku)[2][3]
- Al-Furqan (Pembeda benar salah)[4]
- Adz-Dzikr (Pemberi peringatan)[5]
- Al-Mau'idhah (Pelajaran/nasihat)[6]
- Al-Hukm (Peraturan/hukum)[7]
- Al-Hikmah (Kebijaksanaan)[8]
- Asy-Syifa' (Obat/penyembuh)[6][9]
- Al-Huda (Petunjuk)[6][10][11][12]
- At-Tanzil (Yang diturunkan)[13]
- Ar-Rahmat (Karunia)[10]
- Ar-Ruh (Ruh)[14]
- Al-Bayan (Penerang)[15]
- Al-Kalam (Ucapan/firman)[16]
- Al-Busyra (Kabar gembira)[17]
- An-Nur (Cahaya)[18]
- Al-Basha'ir (Pedoman)[19]
- Al-Balagh (Penyampaian/kabar)[20]
- Al-Qaul (Perkataan/ucapan)[21]
- Al-Kitab (Buku)[2][3]
- Al-Furqan (Pembeda benar salah)[4]
- Adz-Dzikr (Pemberi peringatan)[5]
- Al-Mau'idhah (Pelajaran/nasihat)[6]
- Al-Hukm (Peraturan/hukum)[7]
- Al-Hikmah (Kebijaksanaan)[8]
- Asy-Syifa' (Obat/penyembuh)[6][9]
- Al-Huda (Petunjuk)[6][10][11][12]
- At-Tanzil (Yang diturunkan)[13]
- Ar-Rahmat (Karunia)[10]
- Ar-Ruh (Ruh)[14]
- Al-Bayan (Penerang)[15]
- Al-Kalam (Ucapan/firman)[16]
- Al-Busyra (Kabar gembira)[17]
- An-Nur (Cahaya)[18]
- Al-Basha'ir (Pedoman)[19]
- Al-Balagh (Penyampaian/kabar)[20]
- Al-Qaul (Perkataan/ucapan)[21]
Minggu, 08 September 2013
kong hu cu
Kong Hu-Cu adalah seorang filosof besar Cina.Dialah pengembang sistem memadukan alam pikiran dan kepercayaan orang Cina yang paling mendasar. Filosofinya menyangkut moralitas orang perorang dan konsepsi suatu pemerintahan tentang cara-cara melayani rakyat dan memerintahnya liwat tingkah laku teladan- telah menyerap jadi darah daging kehidupan dan kebudayaan orang Cina selama lebih dari dua ribu tahun. Lebih dari itu, juga berpengaruh terhadap sebahagian penduduk dunia lain.
Kamis, 05 September 2013
pandangan homoseksual menurut agama budha
Dalam agama Budha, terdapat tiga permata yang dapat dijadikan dalam sandaran. Yakni yang pertama adalah Buddha merupakan guru agung yang menunjukkan jalan untuk menuju kebebasan. Yang kedua, Dharma dalam hal ini memiliki arti semua ajaran yang berasal dari realisasi Buddha. Dan yang ketiga itu sendiri adalah Sangha yang memiliki arti komunitas-komunitas yang didalamnya merupakan komunitas rohaniwan dan rohaniwati yang sering kita sebut sebagai Bhiksu dan Bhiksuni.
Menurut ajaran agama Buddha sendiri memberikan penjelasan tentang sifat manusia yang cenderung menggunakan akal sehat (pikiran) untuk dapat membandingkan sesuatu. Misalnya; aku-kamu, siang-malam, pagi-sore, dan lain-lain. Jadi dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa dalam diri manusia itu sendiri harus mengakui bahwa setiap manusia itu memiliki keterbatasan logika dan bahasa realita. Jika didalam diri manusia hanya dapat memahami dunia dan diri kita secara dualistik, maka manusia itu sendiri tidak akan dapat melihat realita yang sesungguhnya dan akan gagal dalam memahami dunia sebagaimana adanya (Willis, 2008: 1).
Masih banyak sekali di dalam kehidupan bermasyarakat masih memandang sebelah mata tentang kaum homoseksual itu sendiri dan diperparah lagi bahwa kaum homoseksual itu sendiri yang hingga sekarang ini masih ada di berbagai belahan dunia ini dianggap sebagai umat Luth. Namun berbeda dengan pandangan agama Buddha tentang kaum homoseksual yang bervariasi. Seperti yang dijelaskan pada seminar tanggal 10-22 November 2008 di UGM disebutkan bahwa di dalam Indian Buddhism awal terdapat pandangan bahwa hubungan seks antara kaum homoseksual tidak dibenarkan sebagaimana hubungan seksual antara kaum heteroseksual. Hal ini juga terdapat dalam pandangan Tibet Buddhism tentang yang dianggap salah dalam ajaran Buddha dikarenakan adanya hubungan anal seks. Akan tetapi berbeda dengan Japan Buddhism yang berpandangan tentang hubungan seksual yang menjadi bagian dari ajaran yang menggunakan mudra-mudra sebagai simbol untuk pernyataan cinta hingga hubungan seksual.
Terus sebenarnya yang harus kita lihat adalah bagaimana pandangan ajaran Buddha terhadap gender itu sendiri. Di dalam ajaran Buddha sifat atau potensi kebuddaan dimiliki oleh setiap makhluk hidup dan pencapaiannya tidak memandang perbedaan jenis kelamin. Yang terpenting disini adalah tujuan ajaran Buddha dalam memperjuangkan hak gender adalah pembebasan (Willis, 2008:10). Selain pembebasan dalam memperjuangkan hak gender, ajaran Buddha sendiri juga mendukung adanya gerakan kesetaraan gender. Selain melihat dari padangan ajaran Buddha kita sebaiknya juga melihatnya dari pendapat beberapa sarjana yang telah meneliti hal tersebut. Menurut beberapa sarjana melihat bahwa sang Buddha merupakan makhluk hidup dalam budaya tertentu dengan dipengaruhi oleh kebudayaan dimana ia dibesarkan. Pencapaian Buddha sangat luar biasa dan melebihi para dewa dan manusia, namun yang masih dipertanyakan disini mengapa sang Budha masih mengkhawatirkan atas kritikan-kritikan dari masyarakat di masanya? Dari semua hal yang telah dibahas diatas bahwa ajaran Buddha mendukung adanya gerakan kesetaraan gender. Tetapi dalam kenyataannya kesetaraan gender belum terjadi didalam kehidupan sehari-hari para biksuni yang masih dibawah otoritas para biksu.
Menurut ajaran agama Buddha sendiri memberikan penjelasan tentang sifat manusia yang cenderung menggunakan akal sehat (pikiran) untuk dapat membandingkan sesuatu. Misalnya; aku-kamu, siang-malam, pagi-sore, dan lain-lain. Jadi dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa dalam diri manusia itu sendiri harus mengakui bahwa setiap manusia itu memiliki keterbatasan logika dan bahasa realita. Jika didalam diri manusia hanya dapat memahami dunia dan diri kita secara dualistik, maka manusia itu sendiri tidak akan dapat melihat realita yang sesungguhnya dan akan gagal dalam memahami dunia sebagaimana adanya (Willis, 2008: 1).
Masih banyak sekali di dalam kehidupan bermasyarakat masih memandang sebelah mata tentang kaum homoseksual itu sendiri dan diperparah lagi bahwa kaum homoseksual itu sendiri yang hingga sekarang ini masih ada di berbagai belahan dunia ini dianggap sebagai umat Luth. Namun berbeda dengan pandangan agama Buddha tentang kaum homoseksual yang bervariasi. Seperti yang dijelaskan pada seminar tanggal 10-22 November 2008 di UGM disebutkan bahwa di dalam Indian Buddhism awal terdapat pandangan bahwa hubungan seks antara kaum homoseksual tidak dibenarkan sebagaimana hubungan seksual antara kaum heteroseksual. Hal ini juga terdapat dalam pandangan Tibet Buddhism tentang yang dianggap salah dalam ajaran Buddha dikarenakan adanya hubungan anal seks. Akan tetapi berbeda dengan Japan Buddhism yang berpandangan tentang hubungan seksual yang menjadi bagian dari ajaran yang menggunakan mudra-mudra sebagai simbol untuk pernyataan cinta hingga hubungan seksual.
Terus sebenarnya yang harus kita lihat adalah bagaimana pandangan ajaran Buddha terhadap gender itu sendiri. Di dalam ajaran Buddha sifat atau potensi kebuddaan dimiliki oleh setiap makhluk hidup dan pencapaiannya tidak memandang perbedaan jenis kelamin. Yang terpenting disini adalah tujuan ajaran Buddha dalam memperjuangkan hak gender adalah pembebasan (Willis, 2008:10). Selain pembebasan dalam memperjuangkan hak gender, ajaran Buddha sendiri juga mendukung adanya gerakan kesetaraan gender.
Langganan:
Postingan (Atom)
cerpen terakhir
BIARKAN CINTA ITU JADI RAHASIAKU Oleh : arifin Suparyadi “Ah, cantiknya dia. Andai aku memilikinya”,gumamku ketika membayangkan Ayun...
-
BIARKAN CINTA ITU JADI RAHASIAKU Oleh : arifin Suparyadi “Ah, cantiknya dia. Andai aku memilikinya”,gumamku ketika membayangkan Ayun...
-
Jakarta -Indonesia segera memiliki pesawat kepresidenan ...

